Kaspersky Internet Security For Android - Anti Theft
Tips Bagaimana Menemukan Handphone Ketika Hilang, Menggunakan Kaspersky Anti Theft
Produk Andalan Kaspersky Lab Sekali Lagi Melampui Saingannya Dalam Pengujian Independen.
Kaspersky Lab dengan bangga mengumumkan bahwa Kaspersky Internet Security 2014, Kaspersky Endpoint Security for Business dan Kaspersky Small Office Security berhasil menjadi terbaik di pengujian terbaru dari tes independen Dennis Technology Labs
Power Bank Tech Titan 2800 mAH
Power Bank Tech Titan ini punya banyak warna, yang cocok bgt buat sobat Tech Titan yg berjiwa muda, selain desain nya yg ramping, ada banyak fitur didalamnya, yaitu : sbg Money Detector, LED FlashLight dan Laser Pointer
Kaspersky Lab, Proud Sponsors of Team Scuderia Ferrari F1
Kaspersky Lab dengan Bangga menjadi Sposor Utama Team Ferrari F1
Trojan Neverquest : Dibuat untuk mencuri di ratusan Bank
Neverquest adalah sebuah trojan perbankan baru yang menyebar sendiri melalui media sosial, email dan protokol transfer file. Ia memiliki kemampuan untuk mengenali ratusan perbankan online dan situs keuangan lainnya.
Rabu, 17 Juli 2013
Mengenal Jaeger, Robot di Pacific Rim
Selasa, 16 Juli 2013
I Know Where you Checked in Last Summer
Pada saat kita pergi liburan, mengambil banyak gambar - dan tentu saja, upload ke Facebook, Instagram dan Twitter. Karena kita ingin semua orang tahu di mana kita mengambil gambar yang indah itu, kita juga ingin 'check in' di berbagai lokasi, atau untuk menandai lokasi geografis dalam gambar, sampai ke alamat yang tepat dari restoran atau hotel kita berada di saat itu.
Tapi ketika kita mengklik ' share ' pada perangkat mobile kita, berhati-hatilah ada banyak risiko dalam memberitahu ke banyak friends dan followers di mana kita berada dan apa yang kita lakukan.
Risiko pertama dengan berbagi informasi geolocational ini adalah bahwa ia mungkin tidak hanya dapat diakses oleh orang yang kita kenal dan percaya. Jika kita memiliki Instagram atau Foursquare akun terkait dengan akun Twitter kita, untuk secara bersamaan cross-posting informasi kita, maka semua orang yang ada di Twitter dapat melihat ini dan tahu persis di mana kita berada - ingat, Twitter adalah arena publik di mana siapa pun dapat mengikuti / membaca tweet dari orang lain. Dan Itu termasuk pencuri potensial.
Yang membawa kita ke titik berikutnya - jika kita berada di pantai, tidak di rumah kita. Calon pencuri dengan account Twitter dapat mengambil kesimpulan bahwa rumah kita kosong, dan dari sana bisa mencari tahu di mana kita tinggal, terutama jika kita pernah tweeted koordinat geolocational alamat rumah Anda, atau sebaliknya telah ceroboh tentang berbagi informasi, mungkin di Facebook, yang membuatnya mudah untuk mencari tahu di mana Anda tinggal.
Membuat rumah kita dan barang-barang berharga kita beresiko mungkin adalah satu hal, tetapi menempatkan anak-anak kita dalam bahaya jelas merupakan ancaman yang lebih besar. Ketika anak-anak yang check-in atau berbagi informasi geolocational mereka ketika mereka mengambil gambar diri sendiri dan teman-teman mereka di tempat bermain, mal atau bahkan di rumah dan kemudian mempostingnya Instagram atau Twitter sangat berpotensi tepat pada saat dimana informasi mengenai keberadaan mereka ke laut predator online.
Itu tidak berarti kita dan anak-anak kita tidak harus menggunakan aplikasi populer ini, tetapi kita harus berhati-hati tentang bagaimana kita melakukannya. Pertama, gunakanlah layanan yang hanya berbagi informasi dengan lingkaran kecil dan khusus teman tertentu saja. Kedua, tidak menggunakan fungsi gelocational pada aplikasi seperti Instagram, Twitter dan Facebook dan tidak menghubungkan akun Foursquare kita ke akun Twitter kita. Di non aktifkan jika memang sudah diaktifkan. Akhirnya, jika kita memiliki anak, berbicaralah dengan mereka tentang bagaimana menggunakan aplikasi ini tekankan pada mereka bahaya berbagi informasi pribadi apapun, terutama lokasi mereka melalui media sosial.
http://blog.kaspersky.com/mobile-check-in/
Orang Jerman ini bisa meng Crack password iOS Hotspot Anda dalam 1 menit
Ternyata, Apple iOS mempunyai kelemahan, password yang berbasis hanya 4-6 karakter, sehingga membuat pengguna mudah mengingatnya. Kata-kata yang diikuti oleh nomor empat digit, tapi itu tidak meningkatkan kompleksitas. Masalah otentikasi password semacam ini, tentu saja membuat para hacker dapat dengan mudah meng hack mereka, sebagaimana dibuktikan oleh para peneliti Andreas Kurtz, Felix Freiling, dan Daniel Metz ketika mereka berhasil membajak iOS (versi 6 ke bawah) sesi wireless dengan brute-force attacks dalam waktu kurang dari satu menit.
http://blog.kaspersky.com/
Senin, 15 Juli 2013
Buble Phone: Disatu sisi full layar sentuh & sisi yang lain dengan keyboard qwerty
QWERTY keypad atau layar sentuh? Dengan perubahan gaya persaingan pasar smartphone—dari fitur hardware ke ekosistem aplikasi—semakin banyak produsen yang meninggalkan keypad fisik. Untuk navigasi menu dan pengaturan sudah memanfaatkan layar sentuh.
Kenyataannya masih ada sejumlah konsumen yang enggan meninggalkan keypad fisik. Terutama para penggemar smartphone bisnis besutan RIM yang saat ini digoda dengan munculnya foto-foto BlackBerry X10. Kenyamanan dan kecepatan mengetik menjadi alasannya.
Seorang desainer bernama Seunggi Baek menggambarkan sebuah desain smartphone yang bisa menjadi solusi atas dilema di atas. Mengusung nama Bubble Phone, desain tersebut ditampilkan di situs Yanko Design.
Sekilas desain Bubble Phone terlihat seperti lempengan kaca dengan bezel yang sangat tipis, bahkan hampir tidak terlihat. Di satu sisi smartphone tersebut tampil layaknya sebuah perangkat berlayar sentuh, sedangkan di sisi sebaliknya terlihat seperti smartphone dengan keypad fisik.
Dengan desain yang demikian, pengguna bisa menikmati beragam aplikasi, bermain game, browsing, ataupun menikmati e-book di sisi smartphone dengan layar sentuh. Ketika hendak menulis dokumen atau pesan, pengguna hanya perlu memutar smartphone tersebut dan menikmati sesi mengetik dengan keypad fisik.
Sayangnya, desain ini masih berupa konsep dan belum ada informasi mengenai rencana pembuatan smartphone serupa.
sumber : http://www.jagatreview.com/2013/01/bubble-phone-smartphone-bermuka-2-dengan-keypad-fisik-di-belakang/
Minggu, 14 Juli 2013
Fluid: Ponsel Masa Depan yang Penuh Kecanggihan dari Philips
Ponsel sudah tidak sekedar berfungsi untuk nelpon dan SMS. Ia sudah berubah menjadi smartphone yang bisa digunakan untuk bekerja, mendengar musik, menonton film, sampai bermain game. Tapi, berubah seperti apa pun fungsinya, bentuknya tetap mengikuti “pakem” lama berupa kotak kaku. Tapi, pakem ini tidak ada di benak Dinard da Mata, seorang desainer dari Brazil.
Dinard da Mata merancang sebuah smartphone ultra-fleksibel yang cukup modis untuk dikenakan sebagai gelang tangan. Smartphone yang dipanggil Fluid ini memiliki interface yang “mengalir” sesuai dengan fungsi yang digunakan. Saat akan menelpon, layar touchscreen OLED-nya akan menampilkan tombol-tombol angka dan “layar”. Ketika bermain game, interfacenya langsung menampilkan tombol-tombol keypad.
Kelenturannya membuat Fluid dapat digulung dan difungsikan sebagai gelang karena memiliki pengunci di kedua ujungnya. Bobotnya memang ringan, tapi sudah cukup untuk mengingatkan Anda bahwa ada sesuatu di pergelangan tangan. Dengan Fluid, Anda tidak perlu lagi membawa banyak gadget, cukup satu buah gelang modis
Philips belum mengeluarkan pernyataan apa-apa mengenai ketersediaannya. Yang jelas, tidak dalam waktu dekat karena teknologi yang digunakannya masih cukup mahal untuk dipasarkan.
Sumber: http://rumpitekno.com/2012/fluid-smartphone-ultra-fleksibel-dari-philips/
Dinard da Mata merancang sebuah smartphone ultra-fleksibel yang cukup modis untuk dikenakan sebagai gelang tangan. Smartphone yang dipanggil Fluid ini memiliki interface yang “mengalir” sesuai dengan fungsi yang digunakan. Saat akan menelpon, layar touchscreen OLED-nya akan menampilkan tombol-tombol angka dan “layar”. Ketika bermain game, interfacenya langsung menampilkan tombol-tombol keypad.
- See more at: http://rumpitekno.com/2012/fluid-smartphone-ultra-fleksibel-dari-philips/#sthash.lCLBl8wh.dpuf
Ponsel sudah tidak sekedar berfungsi untuk nelpon dan SMS. Ia sudah berubah menjadi smartphone yang bisa digunakan untuk bekerja, mendengar musik, menonton film, sampai bermain game. Tapi, berubah seperti apa pun fungsinya, bentuknya tetap mengikuti “pakem” lama berupa kotak kaku. Tapi, pakem ini tidak ada di benak Dinard da Mata, seorang desainer dari Brazil.
Dinard da Mata merancang sebuah smartphone ultra-fleksibel yang cukup modis untuk dikenakan sebagai gelang tangan. Smartphone yang dipanggil Fluid ini memiliki interface yang “mengalir” sesuai dengan fungsi yang digunakan. Saat akan menelpon, layar touchscreen OLED-nya akan menampilkan tombol-tombol angka dan “layar”. Ketika bermain game, interfacenya langsung menampilkan tombol-tombol keypad.
- See more at: http://rumpitekno.com/2012/fluid-smartphone-ultra-fleksibel-dari-philips/#sthash.lCLBl8wh.dpuf
Ponsel sudah tidak sekedar berfungsi untuk nelpon dan SMS. Ia sudah berubah menjadi smartphone yang bisa digunakan untuk bekerja, mendengar musik, menonton film, sampai bermain game. Tapi, berubah seperti apa pun fungsinya, bentuknya tetap mengikuti “pakem” lama berupa kotak kaku. Tapi, pakem ini tidak ada di benak Dinard da Mata, seorang desainer dari Brazil.
Dinard da Mata merancang sebuah smartphone ultra-fleksibel yang cukup modis untuk dikenakan sebagai gelang tangan. Smartphone yang dipanggil Fluid ini memiliki interface yang “mengalir” sesuai dengan fungsi yang digunakan. Saat akan menelpon, layar touchscreen OLED-nya akan menampilkan tombol-tombol angka dan “layar”. Ketika bermain game, interfacenya langsung menampilkan tombol-tombol keypad.
- See more at: http://rumpitekno.com/2012/fluid-smartphone-ultra-fleksibel-dari-philips/#sthash.lCLBl8wh.dpuf
Ponsel sudah tidak sekedar berfungsi untuk nelpon dan SMS. Ia sudah berubah menjadi smartphone yang bisa digunakan untuk bekerja, mendengar musik, menonton film, sampai bermain game. Tapi, berubah seperti apa pun fungsinya, bentuknya tetap mengikuti “pakem” lama berupa kotak kaku. Tapi, pakem ini tidak ada di benak Dinard da Mata, seorang desainer dari Brazil.
Dinard da Mata merancang sebuah smartphone ultra-fleksibel yang cukup modis untuk dikenakan sebagai gelang tangan. Smartphone yang dipanggil Fluid ini memiliki interface yang “mengalir” sesuai dengan fungsi yang digunakan. Saat akan menelpon, layar touchscreen OLED-nya akan menampilkan tombol-tombol angka dan “layar”. Ketika bermain game, interfacenya langsung menampilkan tombol-tombol keypad.
Kelenturannya membuat Fluid dapat digulung dan difungsikan sebagai gelang karena memiliki pengunci di kedua ujungnya. Bobotnya memang ringan, tapi sudah cukup untuk mengingatkan Anda bahwa ada sesuatu di pergelangan tangan. Dengan Fluid, Anda tidak perlu lagi membawa banyak gadget, cukup satu buah gelang modis.
Philips belum mengeluarkan pernyataan apa-apa mengenai ketersediaannya. Yang jelas, tidak dalam waktu dekat karena teknologi yang digunakannya masih cukup mahal untuk dipasarkan.
Ponsel sudah tidak sekedar berfungsi untuk nelpon dan SMS. Ia sudah berubah menjadi smartphone yang bisa digunakan untuk bekerja, mendengar musik, menonton film, sampai bermain game. Tapi, berubah seperti apa pun fungsinya, bentuknya tetap mengikuti “pakem” lama berupa kotak kaku. Tapi, pakem ini tidak ada di benak Dinard da Mata, seorang desainer dari Brazil.
Dinard da Mata merancang sebuah smartphone ultra-fleksibel yang cukup modis untuk dikenakan sebagai gelang tangan. Smartphone yang dipanggil Fluid ini memiliki interface yang “mengalir” sesuai dengan fungsi yang digunakan. Saat akan menelpon, layar touchscreen OLED-nya akan menampilkan tombol-tombol angka dan “layar”. Ketika bermain game, interfacenya langsung menampilkan tombol-tombol keypad.
Kelenturannya membuat Fluid dapat digulung dan difungsikan sebagai gelang karena memiliki pengunci di kedua ujungnya. Bobotnya memang ringan, tapi sudah cukup untuk mengingatkan Anda bahwa ada sesuatu di pergelangan tangan. Dengan Fluid, Anda tidak perlu lagi membawa banyak gadget, cukup satu buah gelang modis.
Philips belum mengeluarkan pernyataan apa-apa mengenai ketersediaannya. Yang jelas, tidak dalam waktu dekat karena teknologi yang digunakannya masih cukup mahal untuk dipasarkan.
Rabu, 10 Juli 2013
Blackberry Q5 Menyasar Segmen Pemula Dilabel Harga Sekitar Rp.4 jutaan
BlackBerry Q5 merupakan smartphone ketiga BlackBerry 10 yang diluncurkan BlackBerry tahun ini. Spesifikasi Q5 sebenarnya tak terlalu istimewa untuk standar harga tersebut. Material yang digunakan juga tidak se-premium pendahulunya, BlackBerry Q10.
Q5 dibekali layar sentuh 3,1 inci. Layarnya sendiri memiliki resolusi 720 x 720 piksel dengan perpaduan keyboard fisik QWERTY. Untuk dapur pacunya, Q5 dipersenjatai prosesor dual-core 1,2 GHz, RAM 2 GB, kamera belakang 5-megapiksel (MP), memori internal 8 GB, dan slot kartu memori microSD, bersama dengan konektivitas Wi-Fi, 4G LTE, HSPA+.
Selasa, 09 Juli 2013
Asus Dikabarkan Meluncurkan Nexus 7 2 Bulan Ini
Generasi berikutnya dari tablet Google ini tampaknya akan menampilkan layar definisi tinggi 7-inci dengan pilihan koneksi internet 4G ekstra cepat.
Nexus 7 2 diklaim memiliki penyimpanan internal 32GB dengan kamera 5-megapixel dan kamera 1,2 megapixel tambahan di bagian depan. Tablet ini juga akan mencakup 4.000 mAh baterai besar - sebuah lompatan mengesankan dari Nexus power pack sebelumnya.
Resolusi layar 1980 x 1200 yang merupakan lompatan dari layar Nexus 7 saat ini yang hanya 1280 x 800. Diharapkan mempunyai fitur prosesor Qualcomm Snapdragon 600 dengan penyimpanan internal 32GB.
Laporan itu juga mengatakan akan menjalankan Android 4.3 baru, namun itu masih harus diverifikasi. Menurut sumber tersebut, Nexus 7 2 akan diresmikan pada akhir bulan ini sehingga untungnya kita tidak terlalu lama menunggu.
Sumber: http://www.t3.com/news/asus-rep-accidentally-lets-slip-google-nexus-7-2-details#null

























